Selasa, 10 Maret 2009
Selasa, 03 Februari 2009
oh, iya aku pernah jani bwt, nulis pengalamanku, di pualau sendirian. ihhh, takut. gimana, ya, tw, deh. nanti aja. abis aku mendadak bgt nulis ini. jd asal nulis aja. tapi, bersiap - siap aja. bakal byk tulisan yang aku tulis sendiri. nggak numpang link nya orang aja. soalnya aku masih umur segini, jadinya asal ceriwis aja nulisnya, eh, ngomongnya. sorry aja. tapi, aku nggak lupa kok, soal salam cinta dan terima kasih ku. selalu untuk kalian. Arigatoo gozaimasu....................!!!!!!!!!!
Kamis, 29 Januari 2009
www.strawberryandthestarrynite.blogspot.com Dapat cerita tentang pengalaman kuliah di Jepang dari salah satu pegawai di neraca produksi. Maksudnya sih buat memotivasi qta2 yg masih junior (fresh graduate) buat nerusin study! Jangan kebetahan kerja trus lupa study... apalagi kalo dah berumah tangga tuh wah... bakal ribet! Tapi, beliau kuliah di Jepang udah punya anak n suami ko. Cuman, sang suami sangat mendukung kemajuan istri... So, beliau berpesan agar cewe2 nyari suami yg ngedukung istri! Ok, gw lanjutin ceritanya ke negeri sakura yah... check it out... Silahkan baca lebih lengkapnya di: |
Sabtu, 24 Januari 2009
Dapat cerita tentang pengalaman kuliah di Jepang dari salah satu pegawai di neraca produksi. Maksudnya sih buat memotivasi qta2 yg masih junior (fresh graduate) buat nerusin study! Jangan kebetahan kerja trus lupa study... apalagi kalo dah berumah tangga tuh wah... bakal ribet! Tapi, beliau kuliah di Jepang udah punya anak n suami ko. Cuman, sang suami sangat mendukung kemajuan istri... So, beliau berpesan agar cewe2 nyari suami yg ngedukung istri! Ok, gw lanjutin ceritanya ke negeri sakura yah... check it out...
Ternyata, butuh perjuangan n kesabaran tentunya untuk bisa kuliah ke Jepang. Apalagi setelah masuk kuliah, wuih... ga seenak yg dibayangain! Ga percaya?
Cerita kali ini gw sebut sang pegawai dengan nama M.
Setelah lulus D3, M langsung kerja di sebuah institusi di Jakarta. Trus nglanjut S1 di Ekonomi UI (masih di Salemba waktu itu) setelah pulang kerja. So, tiap hari pulang jam 11 malam. Selanjutnya… Karena punya cita2, so, M les bahasa inggris dari satu lembaga ke lembaga laen. Nyari yg terbaek intinya. Selain itu, buat ngisi waktu juga.
Tibalah saat ada pendaftaran masuk kuliah S2 di Jepang. Nah, M coba daftar. Tapi disitu ada syarat bahwa pendaftar harus dapet rekomendasi dari salah satu profesor universitas negeri di Jepang. Nah lo! Coba bayangin! Sementara M ga kenal sapa2. Gimana caranya? Untungnya, ternyata kayak M ada yg kuliah di Kyoto. Trus, M minta bantuan. M kirim email ke profesor tersebut. Tapi sayang, sang profesor sudah ngasih rekomendasi ke 5 mahasiswa, jadi ngga bisa nambah lagi. Nasib…
M masih belom nyerah gitu aja. Dia dateng ke kedutaan Jepang di Jakarta. Di sana dia minta daftar universitas2 negeri di Jepang sekaligus nanya2 info2. Eh, tau2 ada profesor yg mau merekomendasikannya. M seneng bgt!
Tiba saat tes wawancara. Ada 3 penguji dari UGM. M diwawancara dengan bahasa inggris dan ditanya2 tentang proposalnya mengenai neraca arus dana. Saat keluar ruang tes, M ngobrol2 dengan sesama kompetitornya. Trus nanya temannya itu ditanya apa aja. Ternyata 2 orang temannya itu ádalah tetangga dari penguji. Trus ditanya2 sapa nama, ortu… yg gampang2 istilahnya trus pake bahasa sunda pula. Dia dari universitas swasta Bandung. Proposal sama sekali ga ditanya. Dari situ, M ngerasa ada kejanggalan. Ketidak-fair-an begitulah...
Keesokan harinya di kantor, M ditanya salah seorang pegawai gimana tesnya. M pasrah. Dia berkata kalo dia ga mungkin lulus. Nah, pengumuman masih seminggu lagi. Belum genap seminggu, teman dari bandung tersebut nelpon dia. Katanya udah dapet pengumuman belom. Temannya tersebut udah n dia diterima. M bilang belom. Dari situ, benarlah dugaan M kalo ada yg tidak benar dengan sistem!
M menguatkan diri kalo itu bukan rezekinya. Biar demikian, sebagai manusia biasa, M tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalo dia sangat kesal akan kejadian itu. Trus M ngirim email ke profesor di Jepang yg telah merekomendasikannya tadi. Dia berkata kalo ada ketidakjujuran sistem pendidikan di Indonesia. Sang profesor membalas kalo hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan di negara Jepang pun yg tercatat sebagai negara maju hingga saat ini masih ada hal seperti itu. Profesor bilang bahwa beliau siap kapan aja ngasih rekomendasi kepada M kapan aja dibutuhkan n supaya M jangan menyerah.
Selanjutnya, ada pendaftaran lagi dari lembaga laen. 2 kali dia ikut tapi ga terpanggil buat tes wawancara karena ada syarat yg ga kepenuhi.
Ada lagi tes dari lembaga pertama yg ia ikuti dan ada ketidakjujuran itu.
Saat itu ada seorang profesor datang ke institusi tempat ia kerja. Sang suami bilang ke profesor kalo istrinya ingin kuliah ke luar. Trus, profesor ketemu ama M. M ditanya lalu langsung dites saat itu juga. M bingung tapi ia berkata ”ya” siap dites. Tes pake bahasa inggris tentang motivasi, tujuan, segala macamlah...
M dinyatakan lulus n sudah ada univ di Australia yg mau menerima dia masuk. Tetapi berhubung ada pengutamaan orang dari Indonesia timur, M gagal...
Dengan kata lain, 2 orang yg bernilai sama tapi asalnya beda trus diambil yg lebih didulukan meskipun salah satunya sudah tercatat diterima. Lagi2 bukan rezeki...
Silahkan baca lebih lengkapnya di:
Asia merupakan benua terluas di dunia dengan luas wilayah mencapai 8.6 % dari total permukaan bumi. Dihuni oleh sekitar 4 miliar penduduk atau 60% total penduduk dunia, menjadikan benua ini sebagai benua dengan populasi terbesar.
Beberapa negara di Asia setelah berakhirnya perang dunia tumbuh menjadi negara maju tidak hanya di bidang ekonomi dan militer namun juga hal di bidang pendidikan, sains dan teknologi.
Berdasarkan hasil ranking universitas yang dikeluarkan oleh THQS, hampir sekitar lebih dari 100 universitas di Asia masuk dalam 500 Top universitas dunia. Jepang masih merupakan tempat studi terbaik di Asia dengan menempatkan 11 universitasnya di Top 200 universitas dunia, dan 3 di Top 100. University of Tokyo menempati posisi pertama universitas terbaik di Asia disusul oleh Kyoto University dan National University of Singapore di peringkat dua dan tiga.
Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia merupakan tiga universitas di Indonesia yang masuk 500 universitas terbaik di dunia.
| ||
|
Ada proses panjang yang harus dilalui oleh siapa saja yang tertarik/ingin/berencana study di Jepang.Khususnya bagi mereka yang berharap bisa study dengan dana beasiswa dari Jepang, apakah itu beasiswa dari pemerintah , private scholarship atau public foundation Jepang.
Tulisan ini mencoba menjelaskan dari awal dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, apa saja yang perlu dipersiapkan agar kita bisa study di Jepang, mendapatkan LA dari Professor di Jepang yang akan menjadi supervisor/pembimbing kita, mendapatkan beasiswa dan persiapan lainnya.
Khusus bagi mereka yang akan mengambil program master (S2) dan doktor (S3), untuk bisa study di Jepang dan mendapatkan beasiswa, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari supervisor/professor/laboratory yang akan menjadi tempat kita mangkal selama kita study. Karena tanpa LA, kita tidak bisa melangkah ke tahap berikutnya, yaitu mencari beasiswa. Hampir semua penyedia beasiswa mensyaratkan adanya LA dari professor di Jepang sebagai bukti bahwa sudah ada kontak dan kesediaan dari professor di Jepang untuk menjadi supervisor/pembimbing dan host/tuan rumah.
Mendapatkan professor/supervisor dan LA adalah pekerjaan gampang2 susah. Adakalanya kita bisa mendapatkannya hanya dengan satu atau dua kali kontak via e-mail saja.Tapi, ada kalanya juga harus melewati proses yang panjang. Secara garis besar, ada tiga cara yang bisa kita(pemula) lakukan untuk bisa mendapatkan LA dari seorang professor di Jepang:
1.Kontak teman/kenalan/senior yang sedang study di JepangMengontak teman/sahabat/kenalan/senior yang sudah ada/sedang study di Jepang, dan meminta kesediaannya untuk mencarikan professor yang sesuai dengan minat dan ketertarikan adalah cara yang menurut saya paling mudah dan punya tingkat keberhasilan tinggi. Kita juga bisa menanyakan banyak hal pada teman/sahabat/kenalan/senior yang sudah ada/sedang study di Jepang ini.
Bagi yang kebetulan tidak memiliki teman/sahabat/kenalan/senior yang sedang study di Jepang, bisa dimulai dengan melihat website PPI-Jepang (Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang) http://www.ppi-jepang.org/ dan mengontak pengurusnya untuk menanyakan informasi yang dibutuhkan.
Apa kelebihan cara no.1 ini? Pertama, mereka yang sedang study di Jepang telah memiliki pengalaman, mengenal karakter/budaya dan sudah beradaptasi dengan masyarakat Jepang. Kedua, mereka yang sedang study di Jepang bisa menjadi perantara kita, bertemu langsung dengan professor yang kita inginkan dan mengkomunikasikan keinginan kita dalam bahasa Jepang.
2.Mengunjungi website universitas di Jepang dan mengontak langsung professorCara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan memanfaatkan fasilitas internet, mencari dan mengunjungi website universitas2 yang ada di Jepang, masuk ke menu fakultas, masuk ke submenu lab/professor, melihat bidang riset lab/professor tersebut, kemudian kalau sesuai dengan minat kita baru kita kontak langsung professor via e-mail. Alamat e-mail professor biasanya selalu tertulis dalam webiste masing2 lab.
Silahkan baca lebih lengkapnya di:
Di artikel sebelumnya telah saya kupas strategi dan cara mendapatkan Letter of Acceptance dari profesor atau sensei di Universitas di Jepang sebagai salah satu syarat utama, kalau tidak boleh dikatakan mutlak, untuk bisa mendapatkan beasiswa dan study di Jepang. Maka, langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mencari dan mendapatkan beasiswa.Pada tahap ini, kita sering gagal karena berbagai faktor.
Mudah2an tulisan saya ini bisa menjadi solusi dan penyemangat bagi pencari beasiswa di Jepang.
Banyak sekali buku2 yg berisi panduan dan strategi mendapatkan beasiswa bisa kita dapatkan di toko buku. Saya juga menganjurkan rekan2 pencari beasiswa untuk membaca buku2 panduan tersebut. Disini, saya akan berusaha memberikan tips mencari dan mendapatkan beasiswa berdasarkan pengalaman pribadi dan teman2 selama di Jepang.
Satu hal yang perlu sekali untuk diketahui, ternyata banyak sekali beasiswa yang bisa kita dapatkan tanpa harus melewati proses seleksi yg ketat.Tapi, bergantung pada koneksi dan kekuatan rekomendasi sensei kita di Jepang. Atau dengan kata lain, disinilah nasib manusia diundi untuk mendapatkan pemenangnya. Info seperti ini yg jarang sekali diketahui mereka yang belum pernah mendapatkan beasiswa study di LN.Khususnya utk kasus Jepang. Untuk itu, jangan pernah menyerah dan putus asa!
Begitu sudah mendapatkan sensei di Jepang, pelan2 cobalah menanyakan ke calon sensei anda tentang berbagai kemungkinan beasiswa yang mungkin bisa beliau bantu.Karena kadang sensei kita punya dana beasiswa dari proyek peneilitian dia, atau hasil kerjasama dengan isntansi tertentu, atau si sensei punya posisi penting sehingga bisa merekomendasikan (menekan) instansi penyedia beasiswa untuk memberikan beasiswanya pada anda sbg calon muridnya.
Perlu diketahui, bahwa sensei2 di Jepang kadang juga membutuhkan murid2 yang bisa membantu dia mengerjakan proyek2 besarnya dan sdh tersedia dana beasiswanya juga.Informasi seperti ini bisa kita tanyakan langsung ke calon sensei kita setelah sudah ada kesediaan dari sensei tsb utk menerima kita di labnya.Atau kalau ada orang Indonesia di Lab tsb, mgkn lebih baik menanyakan pada dia.Yang tidak boleh kita lupakan adalah unggah-ungguh (sopan santun) dalam menanyakan sesuatu pada sensei. Sebab org jepang punya karakter yg sama dengan orang timur kebanyakan.Kalau anda kurang PD, bisa meminta kesediaan teman atau kenalan yg ada di Jepang untuk melihat isi e-mail anda sblm dikirimkan.
Sayanknya, jumlah sensei yg mau menerima kita sekaligus bersedia mengusahakan beasiswa utk kita sedikit. Kebanyakan, sensei2 di Jepang senang sekali menerima mahasiswa dari LN yang bisa mencari beasiswa sendiri.Apalagi kalau bisa mendapatkan beasiswa dari pemerintah Jepang, spt Monbukagakusho.
Silahkan baca lebih lengkapnya di:
Cara Mencari Professor Universitas di Luar Negeri
Bagi Anda yang ingin meraih beasiswa di luar negeri, rekomendasi sangat diperlukan. Untuk itu Anda perlu juga menghubungi seorang profesor di luar negeri yang bersedia menerima kita untuk bersama-sama melakukan penelitian di bidang yang ditekuni profesor tersebut.Mencari profesor bisa jadi merupakan pekerjaan pertama seseorang untuk memenangkan beasiswa. Untuk itu perlu belajar dan banyak bertanya dari para alumni atau mahasiswa lain yang sudah pernah meraih beasiswa. Pada tulisan kali ini akan dirangkum beberapa tips atau cara mencari profesor di Jepang.
Langkah Pertama: Cari profesor pembimbing yang sesuai dengan bidang Anda melalui website universitas di Jepang. Biasanya website perguruan tinggi di Jepang menggunakan akhiran domain .ac.jp
Langkah Kedua: Cari dan temukan daftar departemen atau laboratorium yang ada di perguruan tinggi tersebut. Usahakan perguruan tinggi negeri. Biasanya nama lab disesuaikan dengan nama profesor, misal Tanaka Laboratory, Suzuki Laboratory, Kobayashi Laboratory dll.
Langkah Ketiga: Jika sudah cocok dengan profesor yang sesuai dengan bidang Anda, langkah selanjutnya adalah menulis surat baik lewat e-mail, fax, atau via pos. Gunakan bahasa yang sopan sesuai adat ketimuran. Uraikan tentang diri Anda terutama mengenai riwayat pendidikan, penelitian yang pernah dilakukan, dan penelitian macam apa yang Anda harapkan ke depan. Buat agar profesor sangat tertarik dengan Anda, tapi jangan gunakan bahasa yang terlalu berlebihan.
Pada dasarnya profesor Jepang tidak keberatan menerima mahasiswa asing jika ada dana. Untuk itu Anda perlu juga mengungkapkan pada profesor bahwa Anda sedang melamar beasiswa dari berbagai lembaga/foundation penyalur beasiswa seperti panasonic, hitachi, JICA, ataupun dari Depdiknas-nya Jepang (Monbukagakusho).
Jika semua langkah tersebut sudah diterapkan, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui yaitu: Tidak semua profesor Jepang mahir dalam berbahasa Inggris, karena itu terkadang e-mail kita tidak dibalas, atau dibalas di kemudian hari beberapa bulan kemudian. Jika profesor sangat sibuk, e-mail kita akan lewat begitu saja. Anda sangat dianjurkan untuk menghubungi lebih dari satu profesor. Dan sabar…berdoalah, rajin-rajinlah mampir ke website sisteam informasi perguruan tinggi negeri yang ada di Jepang.
Untuk mencari profesor dari negeri lain, caranya kurang lebih sama dengan cara yang sudah diutarakan diatas. Semoga bermanfaat.
Silahkan baca lebih lengkapnya di:
www.mujahidsamurai.multiply.com Bagi yang berminat melanjutkan studi S2 atau S3 di jepang, haruslah terlebih dulu melalui masa kenkyusei (research student). hal ini merupakan jaminan untuk dibimbing studi di jepang dan memudahkan untuk melamar beasiswa. berikut saya berikat tips mengenai bagaimana caranya agar anda bisa mendapat beasiswa S2 tersebut. 1. cari info mengenai professor cari sebanyak mungkin info mengenai professor yg sesuai dgn bidang studi anda. professor yg akan membimbing penelitian anda, akan sangat berpengaruh pada riset anda kelak. selain dari website, bisa juga melalui perantara yg sudah dikenal oleh professor tersebut. misalnya dosen/rektor anda di universitas tempat anda kuliah saat ini. biasanya cara ini akan lebih membuat professor tersebut percaya penuh terhadap anda, karena rekomendasi dari dosen/rektor/teman sendiri. karena bila professor sudah bersedia untuk menerima anda, maka beliau akan memperjuangkan kemungkinan anda diterima di lab-nya termasuk kemungkinan masuk program S2 atau S3. 2. Lakukan komunikasi dgn professor tersebut. setelah anda memilih lab & profesor yg diinginkan, mulailah dgn mengontak beliau. anda harus mempersiapkan benar2 bahasa yg baik, sopan, santun, dan tata bahasa yg tepat untuk surat perkenalan pertama dgn professor. surat perkenalan ini biasanya ditulis dgn bhs inggris. Silahkan baca lebih lengkapnya di: |
Kamis, 01 Januari 2009

Selamat.....selamat............................selamat..................!!!!!!!!! Di tahun baru tentu kita selalu introspeksi. lebih dewasa dala bertindak. dan jangan lupa berdoa di akhir tahun. sekali lagi salam cinta dan terima kasihku di tahun 2009 ini. doomo arigato gozaimasu. especially for all guys!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Happy new year guys!!!!!!!!!!

Hari ini tahun baru. Kita wajib memberi applause dong, buat tahun yang baru. Segala yang ada di tahun kemarin mungkin banyak hal - hal yang berkesan. jadi, siap - siap aja banyak hal yang baru di depan sana. kau siap tuk menjajaki tahun ini. jadi, siap - siap aja, ya?
Terlihat sehat dan cantik? Siapa pun menginginkannya. Perlu cara untuk mewujudkan dua kata ini. Sehat bisa diperoleh dengan berolahraga dan menjaga pola makan. Sedangkan cantik, disamping karunia Tuhan yang diberikan sejak lahir, juga diperoleh dengan melakukan perawatan. Agar terlihat cantik dan sehat, coba kita tiru wanita Jepang. Selain memperhatikan fashion dan make-up, mereka mendapatkan kecantikan dengan berolahraga dan memperhatikan kebiasaan makan. Caranya tidak sulit, cukup mudah dan murah untuk kita lakukan. Diantaranya:
1. Suka Makan Rumput Laut
Rata-rata hidangan Jepang terdiri dari rumput laut. Di banding makanan lain, rumput laut mengandung banyak mineral yang penting bagi tubuh. Seperti kalsium, magnesium, fosfor, besi, dan potassium.
2. Makan Sushi
Sushi sangat sehat. Nasi dan ikan mentah yang tergabung dalam Sushi, sedikit mengandung lemak (30 persen), dan lebih banyak mengandung asam lemak omega-3.
3. Minum Teh Hijau
Agaknya minum teh hijau tidak hanya disukai orang Jepang. Kini orang Indonesia mulai suka minuman sehat ini. Ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan keuntungan. Sebagai antioksidan, teh hijau mampu mencegah penuaan dini. Menurunkan resiko radang perut, mencegah serangan jantung, liver, menunda perkembangan kanker, serta menghambat obesitas.
4. Biasa Jalan Kaki
Kemana saja tujuan mereka, asal jauh jaraknya masih bisa di tempuh dengan jalan kaki, orang Jepang tidak malas melakukannya. Maka jangan heran jika wanita Jepang yang cantik, makin terlihat cantik dengan jalan kaki. Sebab, jalan kaki menyehatkan jantung sekaligus mengencangkan kulit.
Jika satu atau dua hal di atas sudah dilakukan, kenapa tidak mencoba melakukan poin yang lain? Jalan kaki misalnya. Hitung-hitung mengurangi kemacetan dan polusi, sekaligus menghemat BBM.
